fbpx

Rasulullah Saw Membantu Pekerjaan Istrinya

Rasulullah Saw Membantu Pekerjaan Istrinya

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْصِفُ نَعْلَهُ وَيَخِيطُ ثَوْبَهُ وَيَعْمَلُ فِي بَيْتِهِ كَمَا يَعْمَلُ أَحَدُكُمْ فِي بَيْتِهِ

“Rasulullah Saw biasa menambal sandalnya; menjahit bajunya; dan melakukan pekerjaan di rumahnya  sebagaimana salah satu kalian melakukannya di rumahnya.”“.

Matan hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dalam Musnad Ash-Shiddiqah A’isyah: 25341. Al-Albani menilai hadis ini shahih. (Lihat At-Ta’liqaat Al-Hisaan ‘Alaa Shahih  Ibn Hibbaan 9/186).

Hadis ini membawa pesan keteladanan Rasulullah Saw bagi para suami dan kepala keluarga. Asal muasal matan hadis ini bermula dari seorang lelaki yang sowan kepada A’isyah Ra. Dia ingin tahu lebih banyak tentang keseharian Rasulullah Saw di tengah keluarga. “Apakah Rasulullah Saw terbiasa melakukan suatu pekerjaan di rumahnya?” tanyanya dengan penuh keingintahuan.

Senada dengan hadis ini, Ibnu Hibban menceritakan bahwa suatu ketika Urwah bertanya kepada ‘Aisyah tentang keseharian Rasulullah Saw saat berada di rumah. “Wahai ibunda kaum mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah Saw saat di rumah bersamamu?” tanya Urwah. “Beliau melakukan seperti apa yang dilakukan salah seorang dari kalian jika sedang membantu pekerjaan keluarganya. Beliau menambal sandalnya; menjahit bajunya; dan mengangkat air di ember,” jawab Aisyah Ra.

Cerita ini menggambarkan semangat para sahabat Rasulullah Saw dalam menuntut dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Setidaknya, ada dua hal yang menguatkan gambaran ini. Pertama, semangat para sahabat dalam menggali sunah Rasulullah Saw dan meneladaninya. Kedua, peran ummul mu’minin, Aisyah Ra dalam menjelaskan kebiasaan Rasulullah Saw di tengah rumah tangganya. Ini merupakan penunaian amanah Allah Swt dalam firman-Nya, “Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu).” [Q. S. Al-Ahzab (33): 34]

Agama Islam bukan sekadar keyakinan dan teori. Ia mencakup keyakinan dan perilaku serta teori dan praktik. Untuk  itulah, Allah Swt mengutus para nabi dan rasul. Selain sebagai utusan yang membawa ajaran agama, mereka juga membawa misi sebagai qudwah basyariyah (teladan bagi manusia). Mereka menyampaikan risalah dan memberikan teladan kepada umatnya bagaimana mengejawantahkan risalah tersebut dalam kehidupan. Di antara para nabi dan rasul teladan tersebut terdapat Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [Q. S. Al-Ahzab (33): 21]

Hadis ini mengisahkan aktivitas Rasulullah Saw saat berada di rumah. Sebagai kepala rumah tangga dan suami bagi istrinya, Rasulullah Saw betul-betul menjadi teladan bagi umatnya. Selama bisa memenuhi hajatnya sendiri, beliau tidak minta dilayani. Selama bisa membantu pekerjaan keluarganya, beliau membantunya. Beliau betul-betul ingin memuliakan keluarganya. Beliau tidak ingin membebani keluarganya. Ini terjadi karena tingginya kemuliaan akhlak yang beliau miliki.

Tak salah kalau beliau menuturkan bahwa beliau orang yang paling baik akhlaknya terhadap keluarganya. “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku,” [HR. Tirmizi]

Begitulah, Rasulullah Saw telah menunaikan perintah Allah Swt agar para suami memperlakukan istrinya dengan baik  [Q.S. An-Nisa (4): 19]. Pada saat yang sama, beliau telah memberikan keteladanan kepada umatnya.

Taufik
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat