Persahabatan Abadi Suami Istri

Persahabatan Abadi Suami Istri
Sumber foto : GoogleTaufik

Hadila.co.id — Suami dan istri hendaknya menjadi sahabat, sebab corak interaksi antara mereka tidak sama dengan interaksi antarmanusia pada umumnya. Corak interaksi dan komunikasi suami istri sangat dekat, intim, tanpa sekat dan jarak. Istlilahnya suami istri kompak.

Surat nikah hanyalah bukti legal bahwa mereka sudah sah sebagai suami istri. Hal yang membahagiakan adalah corak interaksi dan komunikasi yang dibangun setiap hari, yang berkesan dan melanggengkan kebahagiaan adalah kualitas persahabatan antara suami dan istri. (Baca juga: Suami Perlu Pengakuan, Istri Perlu Pengertian)

Jika mereka tidak memiliki persahabatan yang bagus, maka ikatan yang ada hanyalah legal formal. Hanya bicara hak dan kewajiban, yang menunaikan sejumlah peran, tanpa kehadiran perasaan dan jiwa di dalamnya.

Rumah tangga akan gersang, mekanistik, dan sekadar berjalan tanpa ada sentuhan keindahan. Hidup berumah tangga seperti ini akan cepat membuat lelah kedua belah pihak.

Untuk menjadi suami istri kompak, pasangan harus memiliki ciri-ciri berikut. Pertama, suami istri mestinya saling berbagi dalam suka dan duka. Mereka harus bisa berbagi dalam segala sisi, baik perasaan, materi, fasilitas, dan lainnya. Agar suami istri kompak.

Sampai dalam hal yang teknis dan praktis pun, bisa makan sepiring berdua, minum segelas bersama, tidur satu selimut, dan lainnya. Jika suami istri tidak mau peduli dan saling berbagi, berarti mereka belum menjadi sahabat. Mereka masih mementingkan diri sendiri, masih sangat kuat keakuan dan kekamuan, belum menyatu menjadi kita.

Kedua, suami istri mestinya saling curhat, membuka diri, menyampaikan kegelisahan dan kebahagiaan. Mereka harus memiliki tradisi saling bercerita, tanpa merasa takut atau khawatir yang berlebihan. Jika mereka tidak bisa saling curhat, atau ada suasana tidak nyaman saat curhat, menandakan mereka belum mencapai kondisi sahabat.

Ketiga, suami istri mestinya saling menemani. Suami senang menemani kegiatan istri, sebagaimana istri senang menemani kegiatan suami. Walaupun kegiatan itu tampak tidak penting, tetapi mereka saling menikmati. Bahkan ketika sekadar duduk-duduk di teras, tanpa ada cerita.

Kebersamaan mereka bukan hanya karena ada yang perlu diomongkan, sebab ada masa di mana suami istri sudah kehabisan cerita, yaitu saat tua renta. Mereka tidak perlu lagi bercerita seperti anak muda. Namun, tetap bisa menikmati kebersamaan.

Jika suami dan istri tidak betah menemani, bahkan lebih senang sendiri, artinya belum menjadi sahabat bagi pasangan. Apalagi jika merasa tersiksa saat bersama pasangan, ini sangat jauh dari makna sahabat.

Keempat, suami istri mestinya tidak banyak bertanya. Jika mereka sudah menjadi sahabat setia, maka setiap ajakan suami akan mudah direspons istri, pun sebaliknya tanpa banyak pertanyaan. Hal itu karena mereka sudah saling mengerti. Ujungnya suami istri kompak.

Taufik
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat