fbpx

Pemerintah Tunggu Kepastian Haji dari Arab Saudi Hingga 20 Mei 2020

Pemerintah Tunggu Kepastian Haji dari Arab Saudi Hingga 20 Mei 2020
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI secara virtual, Senin (11/05/2020). (Foto: Kemenag.go.id)

JAKARTA, HADILA – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengusulkan, batas waktu batas waktu terakhir menunggu kepastian Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1441 H/2020 M dari Pemerintah Arab Saudi adalah pada tanggal 20 Mei 2020 atau pada akhir bulan Ramadhan tahun 1441 H.

Hal itu disampaikan Zainut Tauhid dalam Rapat Kerja secara virtual Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR RI awal pekan ini seperti dilansir website resmi kemenag.go.id. Rapat Kerja dengan agenda Tindak Lanjut Rencana Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/2020M diikuti oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi beserta jajaran unit eselon I dan II Kemenag Pusat. Sementara dari Komisi VIII DPR RI, Raker Virtual yang dipimpin Ketua Komisi VIII Yandri Susanto ini diikuti lebih dari setengah dari total jumlah anggota Komisi VIII DPR RI.

Mengawali paparannya, Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan permohonan maaf dari Menteri Agama Fachrul Razi yang tidak bisa mengikuti Raker secara virtual di awal lantaran tengah mengikuti Rapat Terbatas bersama Presiden Joko Widodo.

“Pada kesempatan Raker ini, kami mengusulkan batas waktu terakhir menunggu kepastian Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1441 H/2020 M dari Pemerintah Arab Saudi adalah pada tanggal 20 Mei 2020 atau pada akhir bulan Ramadhan tahun 1441 H, sebelum Arab Saudi berlibur musim panas sampai dengan minggu kedua Juni 2020,” kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI secara virtual, Senin (11/05/2020).

Terkait dengan isu-isu aktual, Wamenag menyampaikan skenario penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441H/2020 M di tengah pandemi Covid-19 beserta potensi dampak-dampak yang mungkin timbul dan rencana mitigasinya.

Dua Skenario

Menurut Wamenag, pihaknya sedang menyusun contingency plan terhadap penyelenggaraan haji tahun1441H/2020M. Salah satu tahapannya adalah dengan merancang skenario penyelenggaraan haji yang pelaksanaannya sudah semakin dekat. Ada dua skenario yang disusun sebagai langkah antisipasi. Pertama, Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M dilaksanakan dengan pembatasan.

Skenario ini mengasumsikan haji tetap diselenggarakan tapi dengan pembatasan kuota akibat situasi Tanah Suci yang masih berisiko kendati haji dapat dilaksanakan. Kuota diperkirakan terpangkas hingga 50% dengan pertimbangan ketersediaan ruang yang cukup untuk mengatur social distancing.

Skenario ini memaksa adanya penyeleksian lebih mendalam terhadap jemaah yang berhak berangkat tahun ini dan petugas yang sudah terpilih. “Skenario ini menitikberatkan pada prioritas untuk menyesuaikan dengan terms dan conditions yang disepakati Misi Haji Indonesia dan pemerintah Arab Saudi,” kata Zainut Tauhid didampinggi Plt Sekjen Kemenag Nizar Ali.

mulyanto
EDITOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat