fbpx

Minta Komisi Makelar dari Pembeli dan Penjual, Bolehkah?

Minta Komisi Makelar dari Pembeli dan Penjual, Bolehkah?

Hadila – Assalamu alaikum Hadila, profesi saya adalah makelar. Kadang dagangan saya tanah, kadang sepeda motor. Apakah sebagai makelar, saya boleh meminta bagian kepada kedua belah pihak? Pihak penjual dan pembeli. Atau hanya boleh meminta kepada salah satu pihak? Terima kasih . (Dwi 08962781xxx)

 

Oleh: Ustaz Fahrudin Nursyam (Pengasuh Ponpes Abi Umi, Boyolali)

Waalaikumussalam Wr. Wb. Saudara penanya yang dirahmati Allah. Tindakan membantu menjualkan atau membelikan barang untuk seseorang disebut dengan istilah samsarah (makelaran), yang berarti upaya untuk menjadi perantara antara penjual dan pembeli.

Sedang pelakunya  disebut simsaar (makelar atau broker). Atau disebut juga dallal (penunjuk),  karena dialah yang menunjukkan dan mencarikan untuk si penjual orang yang mau membeli barangnya dan mencarikan untuk si pembeli orang yang menjual barang yang dibutuhkannya.

Tindakan samsarah atau berprofesi sebagai simsaar atau makelar, menurut para ulama hukumnya diperbolehkan. Sebagai konsekuensinya, upah, komisi atau bonus yang diperolehnya juga berarti halal.

Hukum bolehnya samsarah dan komisi yang diterima simsaar didasarkan pada beberapa argumentasi.

Pertama, tindakan ini masuk kategori muamalah sehingga yang berlaku adalah kaidah, “hukum asal dalam masalah muamalah dan akad adalah sah dan halal, sampai ada hal yang membatalkannya atau adanya dalil yang mengharamkannya.” Sedang dalil yang mengharamkannya tidak ada, maka kembali kepada hukum asal untuk muamalah yaitu boleh dan halal.

Kedua, adanya kebutuhan terhadap tindakan ini. Karena banyak yang tidak tahu cara menjual barang dengan cepat, sedang ia butuh uang cepat untuk suatu keperluan yang bersifat darurat. Banyak juga yang tidak bisa melakukan tawar menawar dalam jual beli, sehingga dikhawatirkan ia akan tertipu dan merugi saat melakukan pembelian. Banyak pula orang yang tidak mampu mencari dan meneliti spesifikasi dan kualitas barang yang hendak dibelinya. Atau tidak punya waktu untuk melakukan sendiri proses jual beli yang hendak dilakukannya. Di sinilah diperlukan seorang simsaar atau makelar.

Ketiga, pekerjaan samsarah serta upah atau komisi dari transaksi pekerjaan itu dibolehkan karena mendatangkan manfaat bagi pembeli, penjual, dan simsaar itu sendiri. Selama dilakukan dengan cara yang makruf dan saling rida. Sedangkan para ulama telah sepakat bahwa meraih manfaat tanpa menimbulkan mudarat tertentu hukumnya adalah boleh dan halal.

Eni Widiastuti
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat