fbpx

Kesadaran dan Dukungan, Kunci Tumbuh Bersama Pasangan

Kesadaran dan Dukungan, Kunci Tumbuh Bersama Pasangan

Hadila.co.id—Kesadaran dan dukungan diperlukan dalam membangun keluarga. Sebab keluarga (suami-istri) akan terus mengalami perubahan, bertumbuh seiring waktu. Bahkan terkadang muncul masalah-masalah pada prosesnya, karena tidak seiringnya pasangan.

Apa hakikat Tumbuh Bersama Pasangan? Bagaimana masing-masing harus bersikap? Berikut ini wawancara kami dengan Dr. H. Zaim Uchrowi, mantan Pemimpin Redaksi Republika dan Dirut PT. Balai Pustaka.

Apa hakikat dan konsep ‘Tumbuh’ Bersama Pasangan dalam sebuah keluarga?

Kita harus meyakini bahwa setiap orang butuh terus bertumbuh. Konsepnya, hari ini harus lebih baik dari kemarin. Karena hakikatnya, tumbuh akan membawa kebaikan bagi semua. Sebagaimana hadist Rasulullah Saw, “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Setiap orang punya kecenderungan masing-masing. Biarkan kecenderungan itu tumbuh tanpa dipatahkan. Dalam konteks Tumbuh Bersama Pasangan, pada titik tertentu ada semacam ‘persaingan’. Bukan persaingan sesungguhnya, karena fokusnya ada pada sisi  ‘bertumbuh’ itu sendiri. Disini suami-istri perlu saling support.

Karakter hubungan saya dengan istri lebih dekat dengan pola hubungan Muhammad-Khadijah, dibanding Muhammad-Aisyah, yaitu cenderung hipogami (istri lebih unggul dalam beberapa hal). Dimana istri saya juga berkembang secara karir, sebagaimana Khadijah yang investor bisnis perdagangan antar bangsa pada zamannya. Namun kemudian saat kami masing-masing memaksimalkan diri bertumbuh bersama, semua menjadi berjalan beriringan.

Berarti secara urgensi apakah Tumbuh Bersama Pasangan itu perlu? Karena beberapa pasangan terlihat baik-baik saja, saat (hanya) salah satu yang ‘melejit’.

Sangat perlu. Karena jika tidak, suatu hari valensi (titik penyatuan)nya akan berbeda jauh. Maka ngobrolnya, perspektifnya akan berbeda. Cenderung tidak nyambung. Hal-hal kecil itu dapat bersifat menjauhkan. Awalnya mungkin baik-baik saja, namun perbedaan yang begitu mencolok bisa memunculkan ketidakharmonisan.

 

Perlukah Tumbuh Bersama Pasangan ini kemudian direncanakan?

Admin Hadila
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat