fbpx

Istri Dipulangkan Suami, Bagaimana Menyikapinya?

Istri Dipulangkan Suami, Bagaimana Menyikapinya?

Assalamualaikum. Saya sudah menikah 15 tahun, dikaruniai dua anak. Saat ini saya dipulangkan suami ke rumah ibu karena ada masalah ekonomi. Saya tiap bulan diberi nafkah suami, tapi tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Saya juga memaklumi karena suami saya gajinya pas-pasan dan kami harus membiayai sekolah anak-anak di swasta. Akhirnya saya terlibat utang tanpa sepengetahuan suami, bahkan sampai mertua juga tahu. Bahkan suami bilang mau mengurus di pengadilan agama, apakah ini artinya saya harus berpisah dengan suami saya? (Hamba Allah)

 

Jawaban oleh Ustazah Farida Nur’aini (Konsultan Keluarga)

Bunda yang saya hormati, setiap rumah tangga pasti mengalami ujian masing-masing. Setiap keluarga mempunyai ujian yang sesuai dengan kemampuannya. Sehingga ketika menerima ujian, kita pasti bisa mengatasinya. Ini sudah janji Allah seperti yang disampaikan di dalam Al-Qur’an. “Allah tidak membebani ( menguji ) seseorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya. Baginya ganjaran (pahala ) untuk apa yang diusahakannya, dan ia akan mendapat siksaan untuk apa yang diusahakannya.” ( Q.S. Al Baqarah (2) : 287 )

Di dalam keluarga secara garis besar ada tiga ujian, yaitu ujian harta , anak, dan orang ketiga. Di luar sana banyak sekali orang-orang yang mengalami masalah yang jauh lebih berat. Ujiannya tidak hanya satu jenis, tetapi ia diuji dengan beberapa ujian . Misalnya kondisinya sakit-sakitan memerlukan banyak biaya, tetapi tidak mempunyai dana. Ada keluarga yang lain anaknya bermasalah di sekolah dan mendapat gangguan dari orang ketiga.

Jika kita mendapatkan ujian hanya satu jenis, ini harus kita syukuri. Terkadang ketika diberi ujian kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling menderita di dunia, paling berat menerima ujian hidup. Padahal ketika kita melihat orang lain ternyata masih banyak yang lebih berat ujiannya dari kita.

Bagaimana menghadapi ujian seperti yang Bunda alami? Pertama, menyamakan pola pikir dengan suami. Mengembalikan istri kepada orang tuanya karena masalah harta benda, ini hal yang memalukan. Merendahkan harga diri. Seakan-akan suami tidak bertanggung jawab terhadap keluarga. Apapun masalah yang terjadi dalam keluarga, harus ditanggung bersama berdua. Susah, senang, bahagia, menderita, dihadapi bersama-sama. Inilah kunci keharmonisan rumah tangga. Apabila ketika mengalami masalah justru berpisah, ini akan membuat masalah baru. Apapun masalahnya, seberat apapun ujian rumah tangga, bersatulah! Kembali dengan suami dalam satu rumah.

Eni Widiastuti
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat