Dekat di Mata Jauh di Hati

Dekat di Mata Jauh di Hati

Hadila.co.id – Sering kali kita mendengar suami-istri memilih jalan cerai karena merasa sudah tidak cocok lagi. Kalau alasannya sudah tidak cocok lagi, berarti dulu pernah cocok, kemudian karena suatu hal menjadi tidak cocok. Nah, kenapa dulu cocok kemudian tidak cocok?

Coba flashback sejenak. Dulu ketika memutuskan bahwa seseorang layak menjadi suami atau istri kita, tentu setiap kita sudah mempertimbangkan banyak hal sehingga dari beberapa kriteria yang dibuat kita merasa ada banyak kecocokan (chemistry).

Kecocokan tersebut bisa ditentukan oleh banyak faktor. Orang Jawa membuat rumusan bobot, bibit dan bebet. Sementara Rasulullah Saw memberi rumusan sekufu, cantik/ tampannya, nasabnya, kekayaannya dan agamanya. Berbekal analisis banyaknya kecocokan tersebut kemudian setelah ditimbang-timbang bersama keluarga dan bahkan minta pertimbangan kepadaNya lewat istikharah, lalu ikatan pernikahan pun terjadi.

Sepuluh Karakter Suami Ideal

Jangan lupa, saat pernikahan terjadi, dua insan yang BERBEDA lawan jenis menyatu dalam ikatan suci. Dua insan yang BERBEDA budaya mengikat janji saling mengerti. Dua insan yang BERBEDA jenjang dan latar pendidikan menyatukan dua potensi. Dua insan yang BERBEDA status sosial bertekad melebur membangun lembaran baru dari nol. Semua berlandaskan keyakinan lebih banyak kecocokan, dibanding perbedaan yang ada.

Jika dulu lebih banyak kecocokan, kenapa kini menjadi tidak ada kecocokan lagi? Semua makhluk hidup di bumi ini selalu berubah, dinamis dari waktu ke waktu. Untuk menjaga agar kecocokan lebih dominan selama perjalanan bahtera rumah tangga, suami-istri harus saling menyesuaikan dengan perubahan pasangannya. Sekali lagi, saling menyesuaikan. Bisa istri yang harus menyesuaikan, atau sebaliknya.

Bachtiar
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat