Dari Romantic Love Menuju Real Love

Dari Romantic Love Menuju Real Love
Sumber foto : Google

Pernikahan selalu memberikan gambaran tentang keindahan dan kebahagiaan. Gambaran ini tidak salah, hanya saja tidak utuh. Karena setelah menikah, pasutri akan segera menghadapi realitas kehidupan panjang dengan segala dinamika dan suka dukanya.

Pada dasarnya semua orang hidup berumah tangga akan melewati sejumlah tahap. Hanya saja, ada yang melewati semua tahap dengan komplit, ada yang terputus. Setiap keluarga berbeda-beda dalam waktu yang mereka jalani untuk melewati atau menyelesaikan suatu tahap. Berbeda pula dalam menyikapi setiap tahap yang tengah terjadi. Bahkan ada yang tidak mengerti di tahap mana mereka tengah berada.

Dawn J. Lipthrott, LCSW., seorang psikoterapis dan marriage and relationship educator and coach, menyatakan ada 5 tahap perkembangan dalam kehidupan pernikahan.

Tahap Pertama; Romantic Love, yaitu tahap kehidupan pernikahan yang diwarnai oleh keindahan tak terlukiskan. Tahap pertama ini adalah suasana jatuh cinta yang dimabuk asmara. Pasutri sama-sama merasakan gelora cinta yang menggebu, merasakan ikatan yang sangat kuat, ingin selalu bersama, dan tidak mau terpisahkan. Coraknya sangat fisik; Tindakan dan kata-kata mesra nan romantis. Istilah “mawaddah” tepat untuk menggambarkannya.

Tahap Kedua; Dissapointment or Distress, yaitu tahap di mana pasutri merasa mulai melihat realitas-realitas hidup yang sesungguhnya dan mulai melihat adanya cela pada pasangan. Jika pada tahap romantic love, berbagai kesalahan kecil tampak sebagai kelucuan yang menggemaskan dan ditertawakan bersama, maka pada tahap kedua, pasangan suami istri mulai mengalami kekagetan tertentu (perselisihan) yang tidak mereka duga sebelum pernikahan, baik berkaitan dengan kepribadian, karakter, sifat, sikap, perilaku atau kondisi-kondisi lainnya. Dalam kondisi yang ekstrem, tidak jarang suami istri saling tidak bisa menerima kekurangan dan kelemahan pasangan.

Tahap Ketiga; Knowledge and Awareness, yaitu tahap dimaka aktivitas pasutri ini bercorak pengetahuan dan pengenalan. Ada perenungan dan kesadaran untuk memiliki kualitas hidup berumah tangga yang lebih baik setelah melewati masa interaksi yang cukup. Mereka lebih saling mengenal, mengerti, dan memahami (karakter dan kepribadian) satu sama lain. Mereka sibuk mencari informasi tentang bagaimana kebahagiaan pernikahan itu terjadi dan hal-hal apa yang semestinya dilakukan untuk membahagiakan pasangan.

Taufik
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat