fbpx

Bagaimana Seharusnya Rumah Ideal Seorang Muslim?

Bagaimana Seharusnya Rumah Ideal Seorang Muslim?

HadilaSalah satu cara mendapatkan kasih sayang Allah adalah dengan merawat tanaman. Selain manfaat tersebut, apa manfaat menghias rumah dengan tanaman jika ditinjau dari segi religi? Hadila mengulasnya bersama Ust. Syamsuddin Asrori, S.Pd, Direktur Pesantren Tahfizh Qur’an berbasis homeschooling Baitur Rahman Qur’ani (BRQ), Tasikmadu, Karanganyar.

Bagaimanakah seharusnya rumah ideal seorang muslim?

Menurut persepsi saya, rumah yang ideal bagi seorang muslim itu adalah rumah yang mengamalkan sunah-sunah. Nabi Saw mengatakan, La taj‘aluu buyuutakum jangan jadikan rumah yang kau huni seperti kuburan, sepi. Maka harus ‘disentuh’.

Dari segi fisik yang bisa dilihat, tentunya ada privasi. Satu di antaranya ada kamar utama yang harus dimiliki oleh seorang ayah dan bunda. Selebihnya ada ruang tamu yang dipisahkan, yaitu tempat di mana ketika akses tamu ini pandangannya tidak ada yang langsung tertuju pada ruang utama di keluarga itu.

Kalau dari idealis fisiknya bangunan, tentunya harus ada tanaman-tanaman. Sepi itu bisa jadi gersang, nggak ada tanaman, tandus. Kalau dari sisi religi agar rumah tidak sepi itu dipenuhi amal ibadah sunah.

Adakah dalil mengenai anjuran manusia menanam tanaman di sekitar rumah?

“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Ar-Rad:4)

Kalau tanaman yang sudah kita tanam itu akan tumbuh satu pohon kemudian bercabang ke atas, setiap tahun mendatangkan hasil yang bisa dipetik orang-orang di sekitarnya, mendatangkan manfaat. Saya rasa dengan adanya menanam, apapun yang kita tanam tidak ada yang tidak bermanfaat, (alias) semua bermanfaat.

Apakah menanam tanaman juga bisa menjadi wujud rasa syukur seseorang?

Ya, jelas sekali. Allah sudah titipkan beragam jenis tumbuhan. Kemudian sebagai rasa syukur kita, di atas bumi yang kita pijak ini memang harus kita olah. Banyak tanaman kurma yang dulu hidup di padang pasir, sekarang bisa ditanam di Indonesia dan berbuah. Inilah banyak orang (beramai-ramai: red) mengambil faedah dari sekian tanah yang kita tempati.

Eni Widiastuti
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat